Senin, 12 November 2012

POMPA

Pompa tradisional
Pompa merupakan peralatan penting dalam hal fungsinya untuk memindahkan fluida (air, minyak) dan zat cair lainnya 
selama ratusan tahun lamanya. 
Didalam perjalannya, banyak jenis pompa yang telah berkembang, namun prinsip kerja dari pompa hampir sama.










Klasifikasi Pompa
Berdasarkan cara kerja, maka pompa dibagi atas 2 jenis:
  1. Dynamic Pressure Pump
                  Bekerja dengan memberikan kecepatan tinggi pada fluida yang kemudian dikonversi menjadi aliran fluida. Dapat beroperasi pada kecepatan tinggi dan juga kapasitas yang besar.
    Dynamic Pressure Pump dikategorikan menjadi tiga, yaitu:

    • Centrifugal
    • Regenerative Turbine
    • Special Effect  

  2. Positive Displacement Pump                                                                                                     Memaksa suatu fluida bergerak dengan cara memperkecil/mempersempit ruang gerak dari fluida. 
    Positive Displacement Pump dikategorikan menjadi dua, yaitu:

    • Reciprocating
    • Rotary

Tipe Maintenance

MAINTENANCE
Ada 4 konsep maintenance yang biasanya diterapkan di berbagai perusahaan, yaitu:
  1. Breakdown or Run To Failure Maintenance
  2. Preventive Maintenance
  3. Predictive Maintenance
  4. Proactive Maintenance
1. BREAKDOWN OR RUN TO FAILURE
Menjalankan mesin sampai rusak kemudian dilakukan perbaikan atau mengganti dengan unit baru. Hal ini dilakukan seandainya terjadi kerusakan/ kegagalan pada mesin tidak berpengaruh terhadap pengoperasian,  produksi, kondisi keamanan dan tidak menyebabkan kerusakan yang fatal sehingga memakan biaya yang mahal untuk diperbaiki.


2. PREVENTIVE
Perawatan yang dilakukan berkala secara waktu (cleaning, inspeksi, penggantian oli dan cek kekencangan baut). Biasanya mengikuti apa yang direkomendasikan oleh buku manual mesin ataupun manufaktur dari part mesin seperti bearing dan pelumas.

3. PREDICTIVE MAINTENANCE                   
Perawatan berdasarkan pengambilan atau pengukuran data mesin secara berkala (vibrasi, temperatur, infrared, ampere, sampling oli). Sering juga disebut Condition Based Maintenance. Mengelola trending nilai dengan melakukan pengukuran dan analisa data serta monitoring kondisi mesin secara on-line, kemudian melakukan perbaikan bila data (vibrasi, temperatur, infrared, ampere, sampling oli) sudah melewati standar. 

3. PROACTIVE MAINTENANCE
Konsep yang menggambil dari preventive dan predictive maintenance dengan menganalisa akar masalah (root cause failure analysis), tidak hanya menemukan sumber masalah tetapi juga mencari penyebab terjadinya masalah serta mencegah terjadinya masalah yang sama terulang kembali. Perbaikan masalah yang dilakukan baik dari segi instalasi, metode perbaikan mesin, desain ulang ataupun modifikasi sistem.


Jumat, 20 Juli 2012

Case study: Vibrasi di Boiler Feed Pump - Misalignment

Spesifikasi Mesin

Pompa Centrifugal                                                                                  Motor Siemens

Q  : 36.3 kg/s                                                                                             P : 650 kW
H  : 1235.3 m                                                                                             F : 50Hz
P  : 650 KW                                                                                               n  : 2980 rpm
n   : 2980 rpm                                                                                            V : 6300V
Oil lubrication                                                                                             I : 71A
Coupling


 
Fig 1. Pompa dan Motor


 
                                                                                      Fig 2. Analisa Spectrum 


 
 Fig 3. Analisa Time Signal


Analisa Spectrum dan Time Signal:
-         Dari spectrum yang diambil pada pompa dan motor terdapat vibrasi tertinggi RMS 5.57 mm/s di posisi  Motor NDE horisontal. Spectrum menunjukkan 1X dan 2X primary RPM, analisa yaitu mis-alignment.

Action
1. Pengambilan data alignment menggunakan laser alignment menunjukkan adanya misalignment.

 
Fig 4. Data alignment cemberut

2. Pompa dan Motor di Alignment ulang. 
 
Fig 5. Alignment setelah di repair OK

3. Running test - Vibrasi turun ke nilai yang masih masuk toleransi ISO 10816-3
 
Fig. 6. Trending vibrasi menurun 

Kesimpulan 
Vibrasi sebesar 5.57 mm/s RMS turun menjadi 2.0 mm/s RMS setelah dilakukan perbaikan yaitu re-alignment. Penyebab vibrasi tertinggi diketahui dari alignment melalui spectrum yang mengindikasikan signal 1X dan 2X primary rpm.